• Masa Pemerintahan B.J. Habibie : Masa Reformasi, Krisis Ekonomi, Ilmu Histografi

    Masa Reformasi


    Krisis Ekonomi 


    Ketika Habibie naik sebagai Presiden, Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi terburuk dalam waktu 30 tahun terakhir, disebabkan oleh krisis mata uang yang didorongoleh hutang luar negeri yang luar biasa besar sehingga menurunkan nilai rupiah menjadi seperempat dari nilai tahun 1997. Krisis yang telah menimbulkan kebangkrutan teknis terhadap sektor industri dan manufaktur serta sektor finansial yang hampir ambruk, diperparah oleh musim kemarau panjang yang disebabkan oleh badai El Nino, yang mengakibatkan turunnya pTugas yang diemban oleh Presiden B.J. Habibie adalah memimpin pemerintahan transisi untuk menyiapkan dan melaksanakan agenda reformasi yang menyeluruh dan mendasar, serta sesegera mungkin mengatasi kemelut yang sedang terjadi. Naiknya B.J. Habibie ke singgasana kepemimpinan nasional diibaratkan menduduki puncak Gunung Merapi yang siap meletus kapan saja. Gunung itu akan meletus jika berbagai persoalan politik, sosial dan psikologis, yang merupakan warisan pemerintahan lama tidak diatasi dengan segeraroduksi beras.



    Menjawab kritik-kritik atas dirinya yang dinilai sebagai orang tidak tepat menangani keadaan Indonesia yang sedang dilanda krisis yang luar biasa. B.J. Habibie berkali-kali menegaskan tentang komitmennya untuk melakukan reformasi di bidang politik, hukum dan ekonomi. Secara tegas Habibie menyatakan bahwa kedudukannya sebagai presiden adalah sebuah amanat konstitusi. Dalam menjalankan tugasnya ini ia berjanji akan menyusun pemerintahan yang bertanggung jawab sesuai dengan tuntutan perubahan yang digulirkan oleh gerakan reformasi tahun 1998. Pemerintahnya akan menjalankan reformasi secara bertahap dan konstitusional serta komitmen terhadap aspirasi rakyat untuk memulihkan kehidupan politik yang demokratis dan meningkatkan kepastian hukum.



    Masa Reformasi


    Selama 17 bulan masa pemerintahannya sebagai presiden Indonesia ketiga, Habibie memperkenalkan reformasi yang menjanjikan suatu masyarakat yang lebih demokratis, adil, dan terbuka. Namun krisis ekonomis yang tak kunjung berakhir, kekerasan sosial, krisis politik yang berkepanjangan, dan keabsahan pemerintah telah memudarkan harapan akan reformasi.



    Pada masa reformasi ini juga BJ. Habibie membuat suatu kabinet yang senantiasa untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, dan daya saing ekonomi rakyat, dengan memberikan peranan kepada perusahaan kecil, menengah, dan koperasi yang telah terbukti memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kuat dalam menghadapi krisis yaitu yang dinamakan dengan Kabinet Reformasi Pembangunan. Kabinet Reformasi Pembangunan ini juga disusun untuk dapat melaksanakan tugas pokok reformasi menyeluruh terhadap kehidupan ekonomi, politik, dan hukum.

     


    Selain adanya kabinet Reformasi Pembangunan yang dibuat pada masa Habibie, ditandai juga dengan dimulainya kerja sama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu proses pemulihan ekonomi. Keterpurukan ekonomi rakyat, membutuhkan penanganan yang bersifat cepat dan tepat, dan tentunya juga ini merupakan pekerjaan yang berat bagi kabinet Reformasi. Warisan pemerintah terdahulu sebagai peletak dasar perekonomian nasional, tentunya tidak dapat dihapus begitu saja dengan adanya pergantian pemimpin.




    Pada masa Reformasi yang dibawah pimpinan Habibie ini ternyata menghasilkan 66 buah Undang-Undang. Salah satu peundang-undangan di era Habibie yang menegaskan arah perekonomian negara kita adalah diundangkannya Perubahan Terhadap UU No. 7 Tahun 1992 menjadi UU No. 10 Tahun 1998 tentang perbankan. Jiwa liberalisasi disektor keuangan dan perbankan kita dinilai lebih liberal di banding dengan Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Singapura . Harapan besar rakyat agar segera terjadi perubahan yang lebih baik dalam kehidupan ekonomi di tahun pertama reformasi, yang tentunya tidak mudah untuk digapai.




    Disinilah pada masa reformasi Habibie sangat berperan penting dalam menumbuhkan kembali Indonesia menuju demokrasi. Dengan demikian saya akan mengkaji salah satu karya BJ. Habibie dalam sebuah buku yang berjudul Detik-Detik Yang Menentukan Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi dengan menggunakan ilmu Hitoriografi.



    Ilmu Histografi 



    Historiografi ini berasal dari Bahasa latin, yaitu histori, historia, yang berarti sejarah, bukti, dan bijaksana. Sementara kata historiografi secara harfiah adalah tulisan tentang sejarah. Namun jika dilihat dari sebuah ilmu, kata historiografi ini merupakan bagian dari ilmu sejarah yang mempelajari hasil-hasil dari tulisan atau sebuah karya sejarah dari generasi ke generasi, bahkan dari zaman ke zaman. Ada juga yang mengatakan bahwa historiografi adalah sejarah dari sejarah. Dengan ilmu historiografi akan membahas hasil-hasil dari penulisan sejarah sejak manusia menghasilkan suatu karya sejarah, mulai dari yang masih sederhana, contohnya seperti cerita rakyat, legenda, mitos, dan masih banyak lagi, hingga sampai karya sejarah modern.




    Penulisan sejarah ini juga mengalami perkembangan yang berbeda yang tentunya dipengaruhi oleh zaman, lingkungan kebudayaan, dan juga tempat dimana Historiografi dihasilkan. Pada masa lampau seorang sejarawan mempunyai fungsi untuk menafsirkantradisi bangsanya. Jadi disinilah peran kita sebagai sejarawan itu untuk menyampaikan informasi sekitar peristiwa sejarah dimasa lampau. Yang mana semua peristiwa yang ia tulis adalah karya sejarah yang memuat kekhasan zamannya. Penulisan sejarah itulah yang pada akhirnya memberikan informasi kepada kita yang dikenal dengan Historiografi

     


  • 0 comments:

    Posting Komentar

    Quotes

    Berbanding tipis antara merdeka untuk ego dan merdeka untuk kebermanfaatan orang lain, silahkan pilih kemerdekaanmu.

    ADDRESS

    Perumnas Gardena Blok A No.112 Firdaus, Kab. Serdang Bedagai

    EMAIL

    hamdanirizkydwi@student.ub.ac.id
    hamdanirizkydwi@gmail.com

    TELEPHONE

    -

    Instagram

    @rizky_dham