Daftar Isi

     Lembar Kerja Mahasiswa : Praktikum MK Dasar Ilmu Tanah ,  Berat Isi dan Berat Jenis


    Berat isi dan berat jenis



     1. Jelaskan pengertian berat isi dan berat jenis tanah menurut ahli (masingmasing 2)!


    - Berat isi tanah adalah berat tanah utuh (undisturben) dalam keadaan kering dibagi dengan volume tanah, dinyatakan dalam g/cm3 (g/cc). volume tanah termasuk butiran padat ruang pori. Berat isi ditentukan oleh porositas dan padatan tanah. Nilai berat isi tanah bervariasi antara satu titik dengan titik lain karena perbedaan kandungan bahan organik, tekstur tanah, kedalaman tanah, jenis organisme, dan kadar air dalam tanah. (Agus et al, 2006)


    - Menurut lembaga penelitian tanah (2000), pengertian berat isi tanah merupakan berat tanah utuh pada keadaan kering dibagi dengan volume tanah dan dinyatakan dalam satuan g/cm3 (g/cc).


    - berat jenis adalah berat kering persatuan kering volume partikel-partikel padat ( tidak termasuk volume pori pori tanah ) (hardjowigeno, 2001)


    - berat jenis tanah merupakan angka perbandingan antara berat butir tanah dan berat isi air suling dengan isi sama pada suhu 40C (hardjowigeno, 2007)


    2. Faktor apa saja yang dapat mempengaruhi berat isi tanah? Jelaskan! (sertakan literatur)?


    Pemaparan Hakim (2008 ) menyatakan bahwa, faktor-faktor yang mempengaruhi berat isi antara lain:

    - struktur tanah 

        tanah dengan tingkat struktur yang mantab (lempeng) akan memiliki berat isi yang lebih tinggi daripada tanah yang memiliki struktur kurang mantab (remah)


    - pengolahan tanah 

        jika suatu tanah sering diolah, maka tanah tersebut akan memiliki berat isi tinggi dari pada tanah yang tidak diolah ( dibiarkan begitu saja ), pengolahan tanah yang baik akan menghasilkan tanah yang baik juga.


    - Bahan organik 

        Jika pada suatu lahan banyak ditemukan bahan organik maka tanah tersebut memiliki berat isi lebih banyak dibanding dengan tanah yang tidak memiliki banyak bahan organik 


    - Agregasi tanah 

        Agregasi tanah merupakan proses pembentukan agregat-agregat tanah, yang mana kan membentuk pori pori dan tanah menjadi gembur serta mengalirkan udara dan air. Agregat tanah memiliki ukuran yang lebih besar dari pada partikel tanah.


    3. Faktor apa saja yang dapat mempengaruhi berat jenis tanah? Jelaskan!


    Beberapa faktor yang mempengaruhi berat jenis tanah pada suatu lahan


    - Tekstur tanah 

        Partikel-partikel tanah yang memiliki partikel kasar, memiliki berat jenis yang tinggi, sebagai contoh pasir berukuran lebih besar dari pada lihat sehingga berat jenis pasir lebih besar dari pada liat (Darmawijaya,2000)


    - Bahan organik tanah 

        Bahan organik tanah merupakan timbunan dari sisa sisa tumbuhan dan hewan yang  telah mengalami pelapukan dan dekomposisi serta pembentukkan kembali. Semakin banyak bahan organik yang terkandung dalam suatu tanah maka berat semakin rendah berat jenis tanah tersebut. (Raharjo, 2001)


    4.  Dalam sebuah kegiatan praktikum dilakukan pengukuran berat isi dengan menggunakan ring yang memiliki massa 90 gram, tinggi 5,25 cm serta diameter 5,15 cm. Setelah dilakukan penimbangan, ring beserta tanah memiliki berat sebesar 283 gram. Cawan yang digunakan memiliki berat 6,6 gram, sedangkan berat tanah basah dengan cawan serta berat tanah kering oven dengan cawan memiliki berat berturut turut sebesar 120,5 dan 84,4 gram. Hitung kadar air dan berat isi tanah sampel tersebut!


    Tabel berat isi


    Silinder

     

    Massa total kotor (Mt + Mr)

    Massa ring (Mr)

    Massa total (Mt)

    Kadar air  sub sampel (W)

     

     

    Diameter

    Tinggi

     

     

     

    Tanah basah + kaleng (Tb + K)

    Tanah oven + kaleng (Tb + K)

    Kaleng (K)

    Cm

    Cm

    g

    g

    g

    g

    g

    G

    5,15

    5,25

    283

    90

    193

    120,5

    84,4

    6,6



    Perhitungan berat isi


    Kadar air sub (W)

    Vol. tanah silider

    Massa padatan

    Berat isi

    gg-1

    Cm3

    g

    Gcm-3

    0,464

    109,30

    131,83

    1,206

     

    Klasifikasi berat isi 


    Berat isi (g.cm-3)

    Kelas

    <0,9

    Rendah/ ringan

    0,9-1,2

    Sedang/ sedang

    1,2-1,4

    Tinggi/ berat/ mampat

    >1,4

    Sangat tinggi / sangat berat/ sangat mampat



    - cara menghitung kadar air sub sampel 

    (W) kadar air sub sampel 
    (W) = Ma/Mp
           = ((Tb+K)-(To+K)) / ((To+K)-K)
           = (120,5-84,4) / (84,4 – 6.6) 
           = 0,4640102828


    - cara menghitung berat isi (BI)

    berat isi (BI) = Mp/Vt
    sebelum mendapatkan nilai Mp dan Vt, maka kita cari dulu nilai keduanya 


    a. massa padatan (Mp)
     Berat total = 283-90 = 193
     Massa padatan (Mp) = berat total / (1+ Ka sub)
               = 193 / ( 1+ 0,4640102828 )
               =  131,8296752 gram 


    b. cara menghitung volume tanah Vt
    Volume tanah (Vt) = ¼ x π x d2 x p
           = 0,25 x 3,14 x (5,152) x 5,25
           = 0,25 x 3,14 x 26,5225 x 5,25
       = 109,3058531 cm3


    c. berat isi (BI) = Mp / Vt 
    = 131,8296752 gram / 109,3058531 cm3
    = 1,20606236 gram/cm3 


    5. Praktikum perhitungan berat jenis tanah dilakukan menggunakan labu dengan berat 61,2 gram. Sampel tanah yang telah dioven dimasukkan ke labu ukur hingga massa keduanya menjadi 81,2 gram. Setelah ditambahkan air massanya menjadi 172,3 gram. Berdasarkan data tersebut, hitung berat jenis dan porositasnya! 


    Perhitungan berat jenis


    Massa (g)

     

     

    Massa padatan

    Volume padatan

    BJ

    L

    L + To +A

    L + To +A

    Mp

    Vp

    Pp

    g

    G

    g

    g

    Cm3

    g.cm-3

    61,2

    81,2

    20

    20

    8,9

    2,24


     Tabel klasifikasi berat jenis


    BJ tanah mineral pada umumnya

    BJ tanah organik

    2,5 – 2,7

    >2,00


    Tabel klasifikasi porositas


    Porositas (%)

    Kelas

    <31

    Rendah

    31-63

    Sedang

    >63

    Tinggi



    - cara menghitung berat jenis (BJ)
    berat jenis (BJ) = Mp/Vt
    sebelum masuk kerumus utama kita cari dulu Mp dan Vt nya


    - massa padatan (Mp)
    Mp = ((L + To) – L) g  
           = To
           = 20 gram 


    - Vp  = 100 – ((L + To + A) – (L + To)) cm3  
           = 100 – ((172,3) – (81,2)) cm3  
           = 100 – 91,1 cm3
           = 8,9 cm3


    - Berat Jenis (BJ) = Massa padatan (Mp) / Volume padatan (Vp)
      = 20 gram / 8,9 cm3
      = 2,247191011 gram/cm3


    - Cara menghitung Porositas (% Volume) 
     = (1 – (BI / BJ)) x 100 % 
    = (1 – (1,20606236 / 2,247191011)) x 100 % 
    = (1 – 0,5366977503) x 100 %
    = 0,4633022497 x 100%
    = 46,33022297%

    6. Bagaimana pengaruh berat isi dan berat jenis terhadap tanah sebagai media tumbuh tanaman? Jelaskan!   


        Pengaruh berat isi dan berat jenis pada pengolahan lahan atau media tanaman sagat banyak, diantaranya: infiltrasi tanah, jika sebuah tanah memiliki rongga atau pori-pori yang banyak maka penyerapan air akan baik atau cepat. Layaknya pada tanah berpasir, tanah sering digunakan sebagai lapangan sepak bola yang memerlukan penyerapan air cepat namun tidak untuk media tanaman 


        Pengolahan lahan sangat diperlukan dalam menjaga kesuburan tanah. Tanah yang berstruktur mantab memiliki berat bersih tinggi yang mana dikarekan memiliki kerapatan tanah yang tinggi sehingga akar dari tanaman akan sulit menembus tanah dan air akan sulit meresap kedalam tanah sehingga air akan tergenang dipermukaan tanah. Untuk mengatasi hal ini diperlukan pengolahan tanah yang baik seperti membajak tanah dan menggemburkan tanah.


        Dengan mempelajari  berat isi dan berat jenis tanah dapat ditentukan dengan berapa banyak pupuk yang diperlukan sehingga kita bisa meminimalisir pemakian pupuk tersebut dengan kata lain pupuk ini sangat mempengaruhi berat isi dan berat jenis pada tanah dengan mengurangi penggunaan pupuk tanah bisa kebih sehat dan lebih baik lagi. (Hanafiah, 2005)


    7. Berdasarkan hasil perhitungan berat isi pada nomor 4, apa yang harus dilakukan agar nilai berat isi ideal? Jelaskan!


        Menurut Nurhidayanti (2006) menyatakan bahwa berat isi yang ideal itu merupakan kerapatan lindak ( kerapatan isi, atau bobot isi atau bobot volume atau bulk density ), menunjukkan perbandingan antara berat tanah kering dengan volume tanah, termasuk volume pori pori tanah. Kerapat isi tanah merupakan petunjuk kepadatan tanah, makin tinggi kerapatan tanah makin sulit menembus air dan ditembus oleh akar tanaman. Sedangkan berat isi tanah merupakan petunjuk kepadatan tanah yang mana makin padat suatu tanah makin tinggi pula berat isinya, yang berarti makin sulit ditembus tanah dan akar tanaman.


        Dapat disimpulkan berat isi tanah yang ideal menunjukkan tanah yang tidak terlalu mampan dan tidak terlalu longgar. Sehingga cara mengidealkan berat isi tanah adalah dengan melaksakan pengolahan tanah yang sesuai.

    Artikel Terkait:

    Jadilah komentator pertama!
    Urut dari yang terbaru terlama terbaik

    Terbaru

    Terlama

    Terbaik