• Disintegrasi Pada Masa Orde Baru : Sejarah Singkat Gerakan Fajar Nusantara dan Demonstrasi 98

    Sejarah Singkat Gerakan Fajar Nusantara dan Demonstrasi 98


    Gerakan Fajar Nusantara


    Gerakan Fajar Nusantara atau yang disebut GAFATAR. Gerakan ini didirikan pada 21 Januari 2012 di Kemayoran, Jakarta. Ahmad Musaddeq / Moshaddeq / Musadek alias Abdussalam adalah pendiri Al Qiyadah Al Islamiyah atau KOMAR (Komunitas Millah Abraham) yang sekarang menjadi GAFATAR.



    Gerakan ini mengajarkan tentang mencampuradukkan ajaran Al-Quran, Bible, dan Taurat, dia mengaku mendapat wahyu tuhan, menyatakan diri sebagai nabi dan mengaku rasul pengganti Nabi Muhammad SAW, tidak mewajibkan shalat, puasa, zakat, syahadat baru (Asyhadu alla ilaha illla Allah wa asyhadu anna Masih al Mau’ud Rasul Allah).Dalam dasar pemikiran GAFATAR dituliskan bahwa bangsa Indonesia disebut belum merdeka seutuhnya dari sistem penjajahan neokolonialis dan neoimperialis. Dari sini sudah jelas bahwa dalam visi, misi, tujuan dan program kerja organisasi kemasyarakatan ini sama sekali tak menyebutkan nama satu agama.



    Ketua Umum Gafatar, Mahful M. Manurung dalam pidato pembukaan Rakernas III di Gedung Balai Sudirman, Kamis (26/2/2015) menyatakan organisasi ini tak akan berevolusi menjadi organisasi keagamaan.“Masalah keagamaan bukanlah menjadi ranah kerja GAFATAR. Urusan agama kita serahkan kepada ahlinya dan pribadi masing-masing,” tegasnya. Seiring perjalanan waktu, gerakan ini mulai dihindari oleh masyarakat karena dianggap organisasi sesat yang diantara ajarannya adalah mencampuradukkan agama sebagai landasan gerakan. Kemudian pada 20 November 2012 Direktorat Jenderal Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri Nomor 220/3657/D/III/2012 melarang pendirian Gafatar. Namun hingga April 2015, organisasi ini masih melaksanakan berbagai kegiatan.



    Demonstrasi 98



    Gerakan Mahasiswa Indonesia 1998 adalah puncak gerakan mahasiswa dan gerakan rakyat pro-demokrasi pada akhir dasawarsa 1990-an. Gerakan ini menjadi monumental karena dianggap berhasil memaksa Soeharto berhenti dari jabatan Presiden Republik Indonesia pada tangal 21 Mei 1998, setelah 32 tahun menjadi Presiden Republik Indonesia sejak dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tanggal 11 Maret 1966 hingga tahun 1998. Pada April 1998, Soeharto terpilih kembali menjadi Presiden Republik Indonesia untuk ketujuh kalinya (tanpa wakil presiden), setelah didampingi Try Soetrisno (1193-1997) dan Baharuddin Jusuf Habibie (Oktober 1997-Maret 1998). 



    Namun, mereka tidak mengakui Soeharto dan melaksanakan pemilu kembali. Pada saat itu, hingga 1999, dan selama 29 tahun, Partai Golkar merupakan partai yang menguasai Indonesia selama hampir 30 tahun, melebihi rezim PNI yang menguasai Indonesia selama 25 tahun. Namun, terpilihnya Soeharto untuk terakhir kalinya ini ternyata mendapatkan kecaman dari mahasiswa karena krisis ekonomi yang membuat hampir setengah dari seluruh penduduk Indonesia mengalami kemiskinan.



    Gerakan ini mendapatkan momentumnya saat terjadinya krisis moneter pada pertengahan tahun 1997. Namun para analis asing kerap menyoroti percepatan gerakan pro-demokrasi pasca Peristiwa 27 Juli 1996 yang terjadi 27 Juli 1996. Harga-harga kebutuhan melambung tinggi, daya beli masyarakat pun berkurang. Tuntutan mundurnya Soeharto menjadi agenda nasional gerakan mahasiswa. Ibarat gayung bersambut, gerakan mahasiswa dengan agenda reformasi mendapat simpati dan dukungan dari rakyat.



    Demonstrasi bertambah gencar dilaksanakan oleh para mahasiswa, terutama setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM dan ongkos angkutan pada tanggal 4 Mei 1998. Agenda reformasi yang menjadi tuntutan para mahasiswa mencakup beberapa tuntutan, seperti:



    Adili Soeharto dan kroni-kroninya,


    Laksanakan amendemen UUD 1945,


    Hapuskan Dwi Fungsi ABRI,


    Pelaksanaan otonomi daerah yang seluas-luasnya,


    Tegakkan supremasi hukum,


    Ciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN


  • 0 comments:

    Posting Komentar

    Quotes

    Berbanding tipis antara merdeka untuk ego dan merdeka untuk kebermanfaatan orang lain, silahkan pilih kemerdekaanmu.

    ADDRESS

    Perumnas Gardena Blok A No.112 Firdaus, Kab. Serdang Bedagai

    EMAIL

    hamdanirizkydwi@student.ub.ac.id
    hamdanirizkydwi@gmail.com

    TELEPHONE

    -

    Instagram

    @rizky_dham