Daftar Isi

    Laporan Praktikum Botani : Identifikasi Akar 



    BAB I PENDAHULUAN


    1.1 latar belakang 



    Pengangkutan air dan hara pada tumbuhan menjadi peran yang sangat penting dalam suatu tumbuhan. Dimana tanpa adanya akar yang tumbuh pada suatu organisme tumbuhan maka sedikit harapan bisa tumbuh dan berkembang tumbuhan tersebut. Untuk itu perlu kita ketahui sebagai praktikan dalam mengidentifikasi akar karena akar itu bukan sekedar alat pada tumbuhan yang berguna menyerap air dan zat hara tapi masih banyak fungsi lainnya seperti sebagai penyokong tanaman dan lain lain. Mengetahui macam macam akar, morfologi bahkan modifikasi akar menjadi hal yang harus diketahui praktikan dalam identifikasi saat ini


    1.2 tujuan 


    1. memahami defenisi dan fungsi akar

    2. mengetahui sifat dan sistem perakaran 

    3. serta mengetahui bagian akar dan modifikasinya


    1.3 manfaat 


    Dengan mengidentifikasi akar pada tanaman, praktikan bisa mengetahui defenisi pada akar bukan hanya itu fungsi akar sistem perakaran dan sifat akar akan dapat lebih dipahami bagi praktikan yang mana bisa lebih mendalami morfologi pada tumbuhan. Selain itu praktikan bisa mengetahui bagian bagian akar dan berbagai macam modifikasinya. Dengan begitu praktikan bisa lebih detail melanjutankan identifikasi pada bagian bagian tumbuhan lainnya.
     

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA


    2.1 Defenisi akar 



    1. akar merupakan bagian bawah tanaman dari sumbu tanaman yang biasanya berkembang dibawah permukaan tanah, tidak berklorofil dan mempunyai bulu akar yang uniseluler. Meskipun ada juga akar yang berkembang diluar tanah tergatung dari fungsi akar tersebut. (Savitri, 2008)


    2. akar adalah bagian pokok nomor tiga ( disamping batang dan daun ) bagi tumbuhan yang tumbuhannya tumbuh kormus yang mana bagi tumbuhan tersebut akar berfungsi memperkuat tumbuhan, untuk menyerap air dan zat zat hara dari dalam tanah. (Estisi, 2008)


    3. Roots are the main vegetative organs that supply water, minerals, and materials essential for plant growth and development (polverigiani, 2014)


    (Akar merupakan organ vegetatif utama yang memasok air, mineral, dan bahan-bahan yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman)


    4. Root is a latest evolutionary innovation in the vegetative plant anatomy and serves to plants so they can stand upright. ( Shipunov, 2020)


    (Akar merupakan inovasi evolusioner terkini dalam anatomi tumbuhan secara vegetatif dan berfungsi untuk tumbuhan agar dapat berdiri tegak)


    2.2 Fungsi akar 



    Secara umum fungsi akar terbagi 3 diantaranya : (Rizal, 2016)


    1. Menyarap air dan zat hara dari tanah ke tumbuhan 


    2. Sebagai alat pernapasan pada tumbuhan, pada permukaan pori pori yang mana melalui pori pori 
    tersebut udara didalam tanah diserap kedalam tumbuhan


    3. Untuk memperkuat tumbuhan 


    4. Sebagai tempat untuk menyimpan cadang makanan, dalam hal ini tidak menyeluruh terdapat pada setiap tumbuhan tetapi hanya pada sebagian tumbuhan saja.


    2.3 Sifat perakaran 


    Adapun sifat sifat akar sebagai berikut : ( Antonius, 2016 )


    1. bagian tumbuhan yang biasanya terdapat didalam tanah, dengan arah tumbuh menuju pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotop), meninggalkan udara tanah


    2. tidak berbuku buku, tidak beruas dan tidak mendukung daun daun atau bagian tumbuhan lainnya.


    3. Biasanya warna tidak hijau tidak berklorofil sehingga tidak terjadi fotosintesis


    4. Bentuk ujungnya sering kali runcing sehingga mudah menembus tanah.


    2.4 Sistem perakaran 



    Ada dua jenis sistem perakaran yaitu: akar tunggang dan akar serabut (Rizal, 2016)


    1. Akar serabut, berbentuk serabut, bagian ujung dan pangkal akar berukuran hampir besar. Semua bagian akar keluar dari pangkal batang, akar tesebut juga bercabang-cabang akan tetapi, ukuran percabangannya tidak terlalu berbeda. Akar tersebut dimiliki oleh tumbuhan berkping satu ( monokotil ) misalnya padi, jagung dan tebu


    2. Akar tunggang memiliki akar pokok dimana akar pokok tersebut bercabang cabang dan menjadi akar yang lebih kecil. Perbedaaan akar pokok dan akar cabang sangat nyata. Akar tunggang dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua ( dikotil ) misalnya mangga, jeruk , dan kacang kacangan. Akar tetapi tumbuhan dikotil tidak berakar tunggang jika ditanam dengan cara dicangkok atau distek. Tumbuhan yang dicangkok atau distek akan berakar serabut.


    2.5 Bagian bagian akar 



    1. Leher akar atau pangkal (collum), bagian akar yang bersambungan dengan dengan pangkal batang


    2. Ujung akar (apex radicis), bagian akar yang paling muda, terdiri dari jaringan-jaringan yang masih dapat mengantakan pertumbuhan.


    3. Batang akar (radix lateralis), bagian akar yang tak langsung bersambungan dengan pangkal batang, tetapi keluar dari akar pokok dan masih dapat mengadakan percabangan lagi.


    4. Serabut akar (fibrilla radicalis), cabang- cabang akar yang halus dan berbentuk serabut.


    5. Rambut-rambut akar atau bulu bulu akar (pilus radicalis), bagian akar yang seungguhnya hanyalah merupakan penonjolan sel-sel kulit akar yang panjang 


    6. Tudung akar (calyptras), bagian akar yang letaknya paling ujung, terdiri dari jaringan yang berguna untuk melindungi ujung akar yang masih muda dan lemah. 
    ( Antonius, 2016 )


    2.5 Modifikasi akar


    Pada modifikasi ini Silalahi (2015) membagi nya dalam beberapa bagian akar diantaranya:


    1. modifikasi akar tunggang 


    - fusiform roots: akar yang tebal bagian tengan dan ujung nya misalnya lobak


    - conical roots  : akar yang memiliki ketebalan paling besar pada atar dan makin kecil pada ujung misalnya wortel


    - napiform : akar yang menggelembung bagian tengah dan sangat besar sedangkan bagian ujung kecil 


    - tuberous roots : akar yang tidak memiliki bentuk tetap dan dapat membesar atau mengembang pada beberapa bagian akar


    2. nodulated roots : akar yang terbentuk oleh cabang akar yang difikasai oleh bakteri nitrogen (rhizobium) biasanya terdapat pada kacang kacangan.


    3. Respiratory root : akar yang umumnya terdapat pada daerah wilayah dengan garam tinggi misalnya pada tumbuhan bagau dan sejenisnya


    4. Stilt root : akar yang muncul dari bawah nosus dan masuk ketanah misalnya pada jagung


    5. Butteres root : akar yang muncul dari bagian basal dan menyebar ke arah berbeda misalnya pada terminalia


    6. Climbing roots : akar pemanjat seperti pada sirih 


    7. Foliar roots : akar yang muncul pada daun misalnya pada bignonia


    8. Haustorial roots : akr penghisap pada tanaman parasit misalnya pada cuscuta
     

    BAB III METODOLOGI


    3.1 Alat dalam bahan 



    1. Alat tulis berfungsi mencatat hal yang perlu dicatat


    2. Kamera berfunsi mendokumentasikan kegiatan 


    3. Spisimen sesuai asisten praktikum masing masing sebagai bahan yang diidentifikasi dalam keiatan praktikum 


    3.2 Cara kerja 


    • Menyiapkan alat dan bahan 
     
    • Melakukan identifikasi pada masing masing spesimen

    • Catat dan dokumentasi hasil pengamatan 


    3.3 Analisa perlakuan 


    Dalam praktikum ini hal mendasar yang harus dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan tanpa alat dan bahan praktikan tidak bisa berbuat apa. Kemudian mulai melakukan identifikasi pada masing masing spesimen dan tak lupa mencatat dan mendokumentasikan hasil pengamatan sebagai bukti lampiran pada kegiatan.


    BAB IV  HASIL DAN PEMBAHASAN

    4.1 Klasifikasi tanaman 


    1. Klasifikasi tanaman wortel

    Kingdom : plantae (tumbuhan)

    Sub kingdom : tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)

    Super divisi : spermatophyta (tumbuhan berbiji)

    Divisi : magnoliophyta (tumbuhan berbunga)

    Kelas : magnoliopsida (tumbuhan dikotil)

    Sub kelas : rosidae

    Ordo : apiales

    Famili : apiaceae

    Genus : daucus

    Spesies : Daucus carota L.  (Rizal, 2016)



    klasifikasi wortel
    Sumber : (Rizal, 2016)


    2. Klasifikasi rumput teki 

    Kingdom: Plantae 

    Divisi : Spermatophyta 

    Class : Monocotiledoneae 

    Ordo : Cyperales 

    Genus : Cyperus 

    Species : Cyperus rotundus L (Ferdian dan wijayahadi, 2018)



    klasifikasi rumput teki
    Sumber : (Ferdian dan wijayahadi, 2018)



    3. Klasifikasi tanaman kangkung

    Kingdom (Kerajaan) :  Plantae

    Sub Kingdom : Viridiplantae

    Infra Kingdom : Streptophyta

    Super Divisi : Embryophyta

    Division (Divisi) : Tracheophyta

    Sub Divisi : Spermatophytina

    Class (Kelas) : Magnoliopsida 

    Ordo : Solanales

    Famili : Convolvulaceae

    Genus : Ipomoea L

    Spesies : Ipomoea Aquatica Forsk (Kangkung Air)

    Spesies : Ipomea Reptans Poir (Kangkung Darat) (Trisnawari, 2015)



    Sumber : (Trisnawari, 2015)


    4.2 Hasil identifikasi akar 



    Akar

    Sistem perakaran

    Modifikasi akar

    Akar teki

    Akar serabut

    -

    Akar kangkung

    Akar tunggang

    Akar lekat

    Akar wortel

    Akar serabut dan akar tunggang

    Umbi akar


    4.3 Pembahasan


    1. Teki 


    Dalam tumbuhan teki memiliki sistem perakaran akar serabut yang mana pada akar ini belum saya ketahui modifikasi apa yang terjadi pada akar teki tetapi satu hal yang pasti dalam akar teki ini adalah memiliki akar serabut


    2. Akar kangkung 


    Akar kangkung memiliki sistem perakaran sebagai akar tunggang walaupun terlihat kecil akarnya tetapi akar ini termasuk akar tunggang. Akar serabut juga memiliki modifikasi akar sebagai akar lekat.


    3. Akar wortel 


    Pada akar wortel terdapat sistem perakaran sebagai akar serabut dan akar kangkung hal ini didukung dengan modifikasi akar sebagai umbi akar yang mana berperan sebagai penyimpan cadangan makanan dan nutrisi pada tumbuhan wortel.


    BAB V PENUTUP

    5.1 Kesimpulan 


    Dalam kegiatan ini praktikan dapat memahami defenisi akar, fungsi , sifat, sistem perakaran bagian bagian akar serta modifikasi akar yang mana setelah dapat memahami ini semua praktikan dapat melanjutkan materi pelajaran botani kepada bagian yang lebih detail lagi dan lebih memperdalam ilmu botani ini.


    5.2 Saran 



    Diharapkan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar apabila ada kesalahan maupun dalam penugasan agar dimaafkan.

    Artikel Terkait:

    Jadilah komentator pertama!
    Urut dari yang terbaru terlama terbaik

    Terbaru

    Terlama

    Terbaik